Customer Service RSKO Pada Hari Kerja Jam 7.30 sd 16.00 WIB : 0813-1871-8880 (Whatsapp)
News Photo

Suara yang Perlahan Hilang: Cerita Kecil dari Kebiasaan yang Kita Anggap Biasa

Pagi itu, seperti biasa, Data memulai harinya dengan earphone di telinga. Musik favoritnya mengalun kencang, menutupi suara dunia yang menurutnya terlalu bising.

Di angkot, di kantor, bahkan saat berjalan pulang—earphone itu seperti teman setia yang tak pernah lepas.

Sampai suatu hari, ada yang berbeda…..Telinganya berdenging.

Awalnya Data menganggap itu hal sepele. “Ah, paling capek,” pikirnya. Ia tetap melanjutkan kebiasaannya—volume tinggi, durasi panjang. Toh, semua orang juga begitu, kan?

Namun hari demi hari, dengingan itu tak kunjung hilang. Bahkan, terkadang suara orang di sekitarnya terasa seperti jauh dan samar.

Data mulai panik. Hal yang selama ini ia anggap biasa, ternyata perlahan merampas sesuatu yang sangat berharga: kemampuannya untuk mendengar dengan jelas.


Kita sering lupa, bahwa telinga kita bukan sekadar alat. Di dalamnya, ada sel-sel rambut halus yang bekerja tanpa henti, menangkap setiap getaran suara.

Mereka itu rapuh. Bayangkan seperti hamparan rumput yang terus-menerus diinjak—lama-lama akan rusak, bahkan mati.

Begitu juga dengan pendengaran kita.

Suara keras yang kita dengar setiap hari, terutama dari earphone dengan volume tinggi, adalah “injakkan” yang terus berulang.

Dan ketika sel-sel itu rusak, sayangnya… mereka tidak bisa kembali seperti semula.


Yang membuatnya lebih berbahaya, gangguan pendengaran sering datang tanpa disadari.

Tidak sakit.
Tidak terasa.
Tahu-tahu… sudah terlambat.

Seperti Data


Namun, cerita ini tidak harus berakhir sama untuk kita semua.

Ada langkah sederhana—kecil, tapi bermakna besar—yang bisa kita lakukan mulai hari ini:

  • Turunkan volume. Tidak perlu terlalu keras. Telinga kita tidak butuh itu.
  • Batasi waktu. Maksimal 60 menit penggunaan earphone tanpa jeda.
  • Istirahatkan telinga. Beri waktu 5–10 menit untuk “bernapas” dari kebisingan.

Aturan sederhana ini dikenal sebagai aturan 60–60. Mudah diingat, tapi sering diabaikan.


ada hal-hal kecil dalam hidup kita yang ternyata berdampak besar.

Seperti kebiasaan.
Seperti volume yang terlalu tinggi.
Seperti keputusan sederhana yang kita tunda.


Mungkin hari ini telinga kita masih baik-baik saja.
Masih bisa mendengar tawa keluarga.
Masih bisa menikmati musik favorit.

Tapi pertanyaannya…

Sampai kapan?


Mari mulai dari sekarang.
Bukan besok. Bukan nanti.

Karena menjaga pendengaran bukan tentang hari ini saja,
tapi tentang semua suara indah yang masih ingin kita dengar di masa depan.

Sumber referensi edukasi Kesehatan ; [email protected] (Wakil Menteri Kesehatan RI) (DI SINI)

Salam Sehat

Tim Layanan Penunjang dan PKRS


Share This News