Pagi itu,
seperti biasa, Data memulai harinya dengan earphone di telinga. Musik
favoritnya mengalun kencang, menutupi suara dunia yang menurutnya terlalu bising.
Di
angkot, di kantor, bahkan saat berjalan pulang—earphone itu seperti teman setia
yang tak pernah lepas.
Sampai
suatu hari, ada yang berbeda…..Telinganya berdenging.
Awalnya Data
menganggap itu hal sepele. “Ah, paling capek,” pikirnya. Ia tetap melanjutkan
kebiasaannya—volume tinggi, durasi panjang. Toh, semua orang juga begitu, kan?
Namun
hari demi hari, dengingan itu tak kunjung hilang. Bahkan, terkadang suara orang
di sekitarnya terasa seperti jauh dan samar.
Data
mulai panik. Hal yang selama ini ia anggap biasa, ternyata perlahan merampas
sesuatu yang sangat berharga: kemampuannya untuk mendengar dengan jelas.
Kita
sering lupa, bahwa telinga kita bukan sekadar alat. Di dalamnya, ada sel-sel
rambut halus yang bekerja tanpa henti, menangkap setiap getaran suara.
Mereka itu
rapuh. Bayangkan seperti hamparan rumput yang terus-menerus diinjak—lama-lama
akan rusak, bahkan mati.
Begitu
juga dengan pendengaran kita.
Suara
keras yang kita dengar setiap hari, terutama dari earphone dengan volume
tinggi, adalah “injakkan” yang terus berulang.
Dan
ketika sel-sel itu rusak, sayangnya… mereka tidak bisa kembali seperti semula.
Yang
membuatnya lebih berbahaya, gangguan pendengaran sering datang tanpa disadari.
Tidak
sakit.
Tidak terasa.
Tahu-tahu… sudah terlambat.
Seperti Data
Namun,
cerita ini tidak harus berakhir sama untuk kita semua.
Ada
langkah sederhana—kecil, tapi bermakna besar—yang bisa kita lakukan mulai hari
ini:
Aturan
sederhana ini dikenal sebagai aturan 60–60. Mudah diingat, tapi sering
diabaikan.
ada hal-hal
kecil dalam hidup kita yang ternyata berdampak besar.
Seperti
kebiasaan.
Seperti volume yang terlalu tinggi.
Seperti keputusan sederhana yang kita tunda.
Mungkin
hari ini telinga kita masih baik-baik saja.
Masih bisa mendengar tawa keluarga.
Masih bisa menikmati musik favorit.
Tapi
pertanyaannya…
Sampai
kapan?
Mari
mulai dari sekarang.
Bukan besok. Bukan nanti.
Karena
menjaga pendengaran bukan tentang hari ini saja,
tapi tentang semua suara indah yang masih ingin kita dengar di masa depan.
Sumber referensi edukasi Kesehatan ; [email protected] (Wakil Menteri Kesehatan RI) (DI SINI)
Salam Sehat
Tim Layanan Penunjang dan PKRS
Share This News