Customer Service RSKO Pada Hari Kerja Jam 7.30 sd 16.00 WIB : 0813-1871-8880 (Whatsapp)
News Photo

Tips Agar Tetap Sehat Menjalani Puasa Ramadhan

Puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga momen untuk memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat.

Agar tubuh tetap bugar selama menjalani puasa, diperlukan pengaturan pola makan, istirahat, dan aktivitas fisik yang seimbang.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara konsisten mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat selama bulan puasa agar terhindar dari dehidrasi, gangguan pencernaan, hingga penurunan daya tahan tubuh.



1. Perhatikan Asupan Makanan Saat Sahur dan Berbuka

Sahur dan berbuka adalah kunci utama menjaga energi sepanjang hari. Kemenkes RI menganjurkan konsumsi makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

Saat sahur, pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal karena lebih lama dicerna sehingga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Tambahkan lauk berprotein seperti telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe untuk memperbaiki serta menjaga massa otot. Jangan lupa konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat dan vitamin.

Saat berbuka, dianjurkan memulai dengan air putih dan makanan manis alami seperti kurma atau buah segar untuk mengembalikan kadar gula darah secara bertahap.

Hindari langsung mengonsumsi makanan berlemak dan dalam porsi besar karena dapat memicu gangguan lambung.

2. Hindari Makanan Tidak Sehat

Gorengan, makanan tinggi gula, serta minuman bersoda sebaiknya dibatasi. Konsumsi berlebihan makanan tinggi lemak jenuh dan gula dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, kolesterol, serta gangguan metabolisme.

Kemenkes RI juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi garam berlebih karena dapat memicu rasa haus berlebihan saat berpuasa.

Perhatikan juga metode memasak—pilih merebus, mengukus, atau memanggang dibandingkan menggoreng.

3. Menjaga Pola Tidur

Perubahan jadwal makan sering kali berdampak pada waktu tidur. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta daya tahan tubuh.

Usahakan tetap mendapatkan waktu tidur 6–8 jam per hari, yang bisa dibagi antara malam dan tidur singkat (power nap) di siang hari jika memungkinkan.

Kualitas tidur yang baik membantu proses pemulihan tubuh dan menjaga keseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

4. Tetap Aktif Secara Fisik

Berpuasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Kemenkes RI menganjurkan aktivitas fisik ringan hingga sedang minimal 30 menit per hari. Waktu terbaik berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa.

Aktivitas seperti jalan santai, bersepeda ringan, yoga, atau peregangan dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan metabolisme tubuh tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan. Hindari olahraga berat pada siang hari untuk mencegah dehidrasi.

5. Istirahat yang Cukup dan Cukupi Cairan

Selain tidur yang berkualitas, kecukupan cairan juga sangat penting. Terapkan pola minum 8 gelas per hari yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur. Air putih tetap menjadi pilihan utama dibandingkan minuman manis atau berkafein.

Istirahat yang cukup dan hidrasi optimal membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan selama puasa serta menjaga fungsi organ tetap optimal.

Menjalani puasa dengan sehat adalah bentuk ikhtiar menjaga amanah tubuh. Dengan menerapkan anjuran dari Kementerian Kesehatan RI mulai dari memperhatikan asupan gizi, membatasi makanan tidak sehat, menjaga pola tidur, tetap aktif, hingga mencukupi cairan—puasa dapat dijalani dengan lancar, produktif, dan penuh manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Share This News