
DKI Jakarta dan daerah penyangganya ditetapkan menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB). Bahkan penetapan PSSB diperpanjang 27 hari kedepan sampai dengan 22 Mei 2020.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.
"Kami putuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB. Diperpanjang 28 hari," ujar Anies dalam jumpa pers di Balai Kota, Rabu (22/4/2020).
Periode kedua PSBB dimulai pada 24 April sampai 22 Mei 2020. Gebenur DKI Jakarta berujar bahwa penetapan PSBB diperpanjang setelah Pemprov DKI berdiskusi dengan para ahli di bidang penyakit penular.
Hal ini tentunya berimbas bagi para warga DKI Jakarta untuk tetap melaksanakan aktivitas nya di lingkungan rumah #DirumahSaja . Tetapi, hal ini tidak berlaku bagi para pengemudi transportasi online dan konvensional.
Para pekerja yang memberikan pelayanan transportasi bagi masyarakat ini menjadi inividu yang rentan tertular infeksi virus corona yang menyebabkan COVID-19.
PSBB diperpanjang karena kasus positif Covid-19 di Ibu Kota yang masih terus meningkat jumlahnya setiap hari nya. Pemprov DKI Jakarta sebelumnya menerapkan PSBB sejak 10 April 2020 untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19.
PSBB mulanya diterapkan selama 14 hari atau sampai Kamis (23/4/2020) kemudian diperpanjang karena belum terjadi penurunan yang signifikan dari kasus positif COVID-19.
Semakin bertambahnya jumlah kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia tentu mengkhawatirkan. Kejadian ini berdampak masyarakat mulai banyak mengurangi aktivitas di luar rumah demi menekan penyebaran virus corona COVID-19 di Indonesia, banyak orang yang enggan bepergian ke tempat ramai.
Apa yang terjadi berbagai aktivitas secara online atau daring, mulai dari belajar, beribadah, hingga kerja dan menerapkan social distancing atau menjaga jaga jarak dengan orang lain.
Salah satu aktivitas yang sering dilakukan secara online tapi masih membutuhkan interaksi dengan orang lain adalah pengiriman paket, pemesanan makanan dan jasa pengangkutan melalui jasa transportasi online.
Para pengemudi transportasi online akan berinteraksi dengan pihak penjual, menyentuh barang / makanan pesanan dan menyerahkan barang / makanan kepada pemesan.
Ojek online sudah tidak dapat mengangkut penumpang sejak PSBB hanya dapat pengiriman paket / food. Kecuali pengemudi transportasi online yang menggunakan kendaraan roda 4 (empat) yang masih dapat mengambil penumpang dengan setengah kapasitas kendaraan.
Pastinya mereka masih berinteraksi u dengan orang lain dari mana saja bahkan warga zona merah Covid-19. Pemerintah belum melaksanakan lockdown total, jadi hal ini patut menjadi perhatian para pengemudi.
Para tenaga kesehatan dan petugas fasilitas kesehatan pun masih bertugas memberikan pelayanan. Bagi para pejuang kesehatan ini yang tidak memiliki kendaraan atau memang dengan kondisi tertentu tidak mampu menggunakan kendaraan roda dua akan menggunakan transportasi online / konvensional.
Salah-satu kawasan yang rentan dengan penyebaran virus corona ialah fasilitas kesehatan. Tidak dipungkiri bahwa fasilitas kesehatan tidak bisa menolak pasien dengan status gawat darurat dimana bisa saja pasien yang ditangani memiliki gejala Covid-19.
Fasilitas kesehatan memiliki protocol menghadapi penyebaran covid-19. Salah-satunya menganjurkan para petugas untuk mengganti semua pakaian setelah pulang ke rumah dan mandi, namun saat diperjalanan pulang mereka masih berinteraksi dengan orang lain / pengemudi transportasi.
Baik pengemudi transportasi online roda dua / roda empat, pengantar paket / food / penumpang, akan berisiko tertular saat berada dijalan. Jalan raya yang mereka lewati membuat mereka rentan terinfeksi virus corona.
Saat berhenti di lampu merah atau mengisi BBM di SPBU merupakan moment penularan virus corona kepada para pemgemudi transportasi online / konvensional.
Bicara soal penyebaran virus corona ini memang perlu diantisipasi, sehingga perlindungan diri sangat dibutuhkan bagi para pengemudi transportasi online / konvensional .
Tapi memang ini menjadi tugas bersama, baik penumpang, operator (pengemudi ojol), dan pengusaha untuk waspada terhadap corona.
Oleh karenanya para pengemudi transportasi harus berhati-hati dan menjaga diri dari penyebaran virus corona. Ada beberapa cara yang bisa dipraktekkan ;
Pekerja informal yang mendapatkan penghasilan harian dan terpaksa harus mencari rezeki diluar rumah harus memperhatikan keamanan diri dan orang lain dari penyebaran virus corona.
Sebaiknya lakukan transaksi secara cashless atau pembayaran dalam bentuk non-tunai. Apabila pemesan belum melakukan pembayaran dalam bentuk tunai, bisa menggunakan cara lain dengan memasukkan uang ke dalam amplop / plastik dan meletakkannya di tempat yang disepakati.
------
Blogpost ini diupload oleh Instalasi Humas dan PKRS RSKO Jakarta
Penulis : Andri Mastiyanto, SKM (Penyuluh Kesehatan Masyarakat)
Terima kasih, Salam Hangat RSKO Jakarta
Facebook (DISINI) - Twitter (DISINI) - Instagram (DISINI) - Web (DISINI)
Share This News