Customer Service RSKO Pada Hari Kerja Jam 7.30 sd 16.00 WIB : 0813-1871-8880 (Whatsapp)
News Photo

Mencegah Gagal Paham Covid-19 dari Referensi Kemenkes RI

Kesehatan mental Anda patut dijaga, karena bila tidak dikelola secara benar akan menimbulkan penurunan kesehatan. Dengan merebaknya informasi Covid-19 baik yang valid maupun hoax sebaiknya diri Anda mulai mengurangi menonton, membaca atau mendengarkan berita yang membuat Anda cemas atau gelisah.

Carilah informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan utamakan untuk membuat rencana praktis dalam melindungi diri Anda dan orang-orang terdekat. Dapatkan informasi mengenai covid melalui www.covid19.kemkes.go.id yang merupakan salah-satu saluran informasi resmi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI.

Usahakan mencari berita hanya 1-2 kali dalam satu hari dan pada waktu yang spesifik. Pemberitaan yang mendadak dan hampir terus menerus mengenai wabah akan membuat Anda cemas.

Terdapat beberapa informasi yang valid dari www.covid19.kemkes.go.id dan www.kemenkes.go.id yang bisa menjadi pegangan Anda menyangkut Covid-19.

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). Vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.

Gejala umum berupa demam ?380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. 

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya.

Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19.

Dapat juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Sama seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap.

Bagi –orang orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah memiliki penyakit (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

Orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus COVID-19 bersirkulasi sangat mungkin berisiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari negara terjangkit, atau yang kontak erat.

Anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19 pun memiliki risiko.

Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID-19 berisiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.

Namun tidak perlu cemas, saat ini seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia telah melaksanakan kewaspadaan Covid-19. Para petugas kesehatan mendapatkan sosialisasi terus menerus dari manajemen faskes.

Melihat perkembangan hingga saat ini, jumlah kasus konfirmasi pasien covid-19 telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19. Untuk itu tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit.

Ada beberapa cara agar kita tidak terinfeksi Covid-19, disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga menginfeksi Anda. Biasakan cuci tangan 6 langkah dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

Terdapat simpang siur informasi bahwa dapat menggunakan antibiotic untuk mencegah Covid-19. Patutdiketahui bahwa  antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit dan didiagnosis COVID-19, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, karena seringkali terjadi infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.

Waktu yang diperlukan sejak tertular/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi COVID-19 diperkirakan antara 1-14 hari, dan perkiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

1.       Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.

2.       Mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau handrub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.

3.       Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).

4.       Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

5.       Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.

6.       Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.

7.       Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.

8.       Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.

9.       Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka.

10.   Salah-satu halyang sangat penting sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.

Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.

Judul : Mencegah Gagal Paham Covid-19 dari Referensi Kemenkes RI

Penulis : Andri Mastiyanto, SKM (Penyuluh Kesehatan)

Laporan  : Instalasi Humas dan PKRS RSKO Jakarta

 

 

Share This News

Comment