Masih ingatkah anda dengan istilah P3K?
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan! Nah yang ini istilahnya mirip yaitu P3LP
(Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis. Kata kuncinya “Pertolongan Pertama” dan
“Luka Psikologis”.
Memaknai pertolongan pertama sebagai
pemberian bantuan atau dukungan psikologis sederhana yang dapat dikerjakan
orang awam. Juga sebagai upaya pencegahan terhadap munculnya dampak psikologis
negatif agar tidak berlanjut menjadi masalah psikologis yang lebih berat.
Pertolongan pertama dapat dilakukan bagi diri
sendiri atau rekan kerja yang sedang mengalami luka psikologis dan membutuhkan
atau meminta bantuan. Luka psikologis adalah perasaan tidak nyaman yang
sifatnva berlebihan dan mengganggu aktivitas seseorang akibat mengalami
kejadian yang berat atau (yang dipersepsi) sebagai krisis.
Tempat kerja sangat berpotensi
menimbulkan luka psikologis, karena merupakan tempat berkumpulnya para pekerja
dan atasan, berinteraksi memberikan kontribusi pada suatu pekerjaan dan diharapkan
selalu produktif.
Lingkungan tempat kerja dapat menjadi
tidak aman dan nyaman lagi dipicu akibat terjadinya perubahan organisasi,
persaingan antar pekerja, tuntutan pencapaian target kerja dan perundungan
(bullying).
Tanda-tanda umum yang muncul pada seseorang yang mengalami luka psikologis; berperilaku
menyimpang dari aturan yang berlaku umum (Devian); berperasaan sedih
berkepanjangan dan tidak menyenangkan hati (Distres); keenganan untuk
melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan (Disfungsi); tindakan yang membahayakan
diri sendiri atau orang lain (Dangerous).
Berdampak pada Fisik seperti otot
menegang, lekas lelah, nafsu makan dan pola tidur terganggu; Psikologis seperti
sulit fokus pada pekerjaan, sulit berkonsentrasi, sulit mengambi kesimpulan
vang tepat, mudah tersinggung/marah;
Sosial seperti kesulitan bekerjasama dalam tim
kerja, sering berkonflik, mengganggu proses kerja rekan kerja lain karena
kesulitan menyesuaikan diri; Kinerja seperti menurunkan tingkat kepuasan
kerja, lebih sering terlambat bekerja bahkan absen, hasil kerja di bawah
standar dan berulang kali mengambil keputusan vang kurang tepat, bahkan
merugikan!
Beberapa jenis Luka Psikologis di tempat
kerja: Distres merupakan respon fisiologis dan psikologis vang muncul
ketika pekerja dihadapkan pada tuntutan dan tekanan pekerjaan vang tidak
seimbang dengan pengetahuan dan kemampuan, contoh: menyelesaikan pekerjaan
diluar jam kerja;
Burnout sindrom muncul sebagai dampak stres
kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola, contoh: performa kerja
menurun; Kecemasan adalah respon emosi dan fisik berupa rasa takut,
khawatir berlebihan dan tegang karena mengantisipasi potensi munculnya bahaya,
bencana atau kemalangan, contoh: khawatir berlebihan terhadap perubahan situasi
kerja dan situasi sosial di tempat kerja dan
Depresi ditandai dengan perasaan negatif berlebihan
seperti ketidakbahagiaan, ketidakpuasan, sedih, murung, pesimis, putus asa, dan
sejenisnva vang mengganggu kehidupan sehari-hari, contoh: mengalami rasa tidak
nvaman dan tidak puas pada situasi kerja atau situasi sosial di tempat kerja,
dapat melakukan Deteksi Dini Depresi ditautan https://www.pdskji.org/phq.htm
P3LP di tempat kerja merupakan bantuan
psikologis paling dasar dan sederhana untuk pekerja yang mengalami kejadian
(dianggap) berat dan menyebabkan luka psikologis. Manfaatnya adalah mengintervensi
dini masalah kesehatan jiwa pekerja, mengurangi stigma, meningkatkan dukungan
sosial antar sesama rekan kerja dan meningkatkan lingkungan kerja Iebih sehat
jiwa.
Dalam kondisi luka psikologis maka First
Aider/Penolong Pertama sangat dibutuhkan. Mereka adalah siapa saja yang mau
dan mampu untuk membantu orang lain yang sedang mengalami Iuka psikologis,
dapat dipercaya, menenangkan dan terlatih.
Selain minat dan niat membantu, calon First
Aider perlu memastikan apakah ia berada dalam situasi dan kondisi yang siap
sedia untuk membantu, baik dari tenaga, pikiran, waktu, biaya, dan sejenisnya.
Siapapun yang mau peduli ingin
menjadikan lingkungan kerjanya lebih aman nyaman dapat berlatih untuk menjadi First
Aider, tidak harus punya pendidikan psikologi ataupun konseling!
Selamat Memperingati Hari Kesehatan Jiwa
Sedunia tanggal 10 Oktober dengan tema tahun 2024 : “Saatnya Prioritaskan
Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja”; Bekerja Cerdas dengan Sehat Jiwa Menuju
Indonesia Emas Tahun 2045
Penulis : Intan Endang Sonata, SKM, MKM
Salam Sehat
PKRS dan Pemasaran RSKO Jakarta
Share This News