• rskojakarta@yahoo.co.id
News Photo

RSKO Jakarta Menghadirkan Laboratory Information System (LIS) Integrated Technology


Deskripsi : Teknologi generasi ke 4, Laboratory Information System (LIS) yang dimiliki RSKO Jakarta I Sumber Foto : dokpri RSKO Jakarta

Deskripsi : Teknologi generasi ke 4, Laboratory Information System (LIS) yang dimiliki RSKO Jakarta I Sumber Foto : dokpri 

Asuhan pasien rumah sakit di era industri 4.0 membutuhkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi agar asuhan pelayanan berfokus pada pasien sehingga dapat diimplementasikan secara baik.

Digital evolution medicine saat ini amat dibutuhkan dengan bertumbuhnya jumlah pasien. Evolusi ini telah memasuki teknologi kesehatan generasi 4th. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sulit untuk dihindari.

Dibidang kesehatan ada banyak perubahan dibanding ketika industri kesehatan memanfaatkan teknologi generasi industri 3.0, industry 2.0, atau industry 1.0.

Apa yang terjadi dengan industry kesehatan di era industry 4.0 dimana TIK sudah berkembang sedemikian rupa dimana industry kesehatan sudah mulai menggunakan Medical Big Data, Internet of Things (Iot), smartphone, personalized medicine, dan lain sebagainya.

Kejadian human error merupakan lawan dari industri kesehatan. Salah dalam pemberian informasi akan dapat mempengaruhi kesehatan pasien itu sendiri. Itu yang diantisipasi oleh Laboratorium RSKO Jakarta saat mengadakan Laboratory Information System (LIS) Integrated Technology ditahun 2019.

Deskripsi : Kepala Instalasi Laboratorium RSKO Jakarta, dr.Hermawanto HH. SpPK.,MARS I Sumber Foto : dokri RSKO

Deskripsi : Kepala Instalasi Laboratorium RSKO Jakarta, dr.Hermawanto HH. SpPK.,MARS I Sumber Foto : dokri RSKO

Menurut keterangan dari Kepala Instalasi Laboratorium RSKO Jakarta, dr.Hermawanto HH. SpPK.,MARS "Saat ini laboratorium RSKO Jakarta dalam rangka meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien maka diadakannya Laboratory Information System (LIS) Integrated Technology. Hadirnya LIS akan menghindari human error dan mempercepat hasil laboratorium kepada pasien atau klien (dokter pengirim)" ungkapnya di ruangan Laboratorium RSKO Jakarta (7/1/2020).

Tambah dr.Hermawanto, sejauh ini sebelum ada LIS human error dapat terjadi ketika jumlah pasien sangat tinggi. Semoga ada LIS kejadian human error akan bisa ditekan menjadi 0 kasus.

Baca Juga : Hasil Positif Test Napza/Narkoba Belum Tentu Anda Pecandu Narkoba

LIS merupakan salah satu fasilitas software rumah sakit yang mampu melakukan komunikasi antar sistem data base, karena fasilitas ini mampu melakukan migrasi sistem data base yang merupakan kebutuhan pokok operasional agar bisa mendukung tugas dan fungsi pelayanan.

Kehadiran LIS sangat mendukung kebutuhan tugas fungsi pelayanan agar bisa memberikan kemudahan kepada operator lapangan, dalam hal ini adalah para petugas unit kerja laboratorium.

Seperti diketahui dengan cara manual tanpa LIS beberapa software rumah sakit terpisah dengan software bawaan alat laboratorium. Hal ini tentunya akan sangat merepotkan petugas laboratorium, manakala memasukan identitas kunjungan pasien pada dua sistem software yang berbeda.

Dalam bahasa Indonesia LIS disebut dengan Sistem Informasi Laboratorium (LIS) Teknologi Terpadu. LIS ini memberikan pengenalan protokol antar muka yang lebih terstandarisasi. Kemunculan sistem berbasis informasi LIS membantu menyediakan kerangka kerja yang diperlukan untuk pengembangan berkelanjutan automation technology yang baru dengan peningkatan konektivitas dan terintegrasi.

Sistem ini memberikan pilihan terbaik untuk automated systems, solusi alur kerja terintegrasi, dan teknologi lainnya yang tersedia di laboratorium patologi anatomi yang sebelumnya belum terjangkau teknologi kesehatan generasi ke 4.

LIS mampu menghubungkan Instrumen alat laboratorium secara uni-directional (satu arah) atau dua arah. Saat ini dengan pertumbuhan pasien yang begitu pesat diperlukannya kemampuan untuk melakukan transfer informasi dua arah.

Interfaced instrument LIS dapat memberikan manfaat seperti pengurangan atau penghapusan proses manual, termasuk entri data manual dan transkripsi pasien dan data spesimen.

LIS dapat mengurangi potensi kesalahan yang melekat pada transkripsi manual untuk pelabelan slide. Informasi dicetak dengan mengidentifikasi barcode yang dapat dipindai di seluruh aliran proses, mengurangi kesalahan identifikasi.

LIS mengotomatiskan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Proses manual dapat dikatakan rentan kesalahan, seperti entri data. Hadirnya LIS pada laboratorium RSKO Jakarta tidak hanya mengurangi entri manual dan kesalahan transkripsi, tetapi juga menyediakan metode tracking di seluruh proses.

Billing functions dapat lebih mudah disederhanakan dengan menghubungkan definisi entri data dan kata kunci dengan prosedur special stains untuk desired tissue types. Otomasi laporan akhir juga tersedia, yang dapat disesuaikan dengan penampilan dan spesifikasi konten fasilitas yang diinginkan oleh operator LIS.

Hadirnya Laboratorium Information System (LIS) akan amat membantu pasien, dokter pengirim dan RSKO Jakarta sendiri dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan cepat.

Narasumber : dr.Hermawanto HH. SpPK.,MARS

Artikel ini disiarkan Instalasi Humas dan PKRS RSKO Jakarta

____________________________________________

Mari selamatkan generasi, Salam hangat RSKO Jakarta

Twitter (DI SINI) Instagram (DI SINI) Facebook (DI SINI) Web (DI SINI )


Share This News

Comment

Hotline : 0813 1871 8880