• rskojakarta@yahoo.co.id
News Photo

Cara Mengurus Surat Keterngan Bebas Narkoba di RSKO Jakarta

Deskripsi : RSKO Jakarta menjadi pusat layanan penyalaghuna obat dan penerbit SKBN I Sumber Foto : dokpri RSKO

Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) sudah tidak asing lagi bagi generasi millennial dan post millennial. Saat seseorang melamar pekerjaan, mendaftar sekolah / kuliah akan menghadapi persyaratan melengkapi surat lamaran pekerjaan atau formulir pendaftaran sekolah / kuliah dengan melampirkan SKBN.

Surat ini bisa didapatkan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta yang terletak di kawasan Cibubur, lebih tepatnya di Jalan Lapangan tembak no.75, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. 

RSKO Jakarta merupakan fasilitas kesehatan yang sah ditunjuk pemerintah menerbitkan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN).

Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) memang dijadikan sebuah persyaratan utama proses seleksi perengkrutan pegawai atau pendaftaran mahasiswa. SKBN saat ini sama pentingnya dengan surat keterangan berkelakuan baik yang dikeluarkan oleh Kepolisian.

Bila kita membahas Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), bukanlah surat biasa yang administratif untuk melengkapi persyaratan umum. Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) berhubungan dengan hukum terkait UU no.35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam beberapa tahun terakhir, Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dipakai oleh instansi pemerintahan, perusahaan BUMN, sampai perusahaan swasta sebagai syarat seleksi pejabat / petinggi perusahaan.

_

Prosedur Pengurusan 'Surat Keterangan Bebas Narkoba' di RSKO Jakarta

Pengertian dari Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) adalah surat keterangan yang menunjukkan seseorang terbebas dari zat-zat psikotropika, narkotik, dan zat adiktif lainnya pada saat orang tersebut dilakukan pemeriksaan. Zat-zat yang masuk ke dalam kategori ini seperti ganja, sabu, heroin, kokain, sampai obat penenang dan pil koplo serta lainnya.

Deskripsi : Loket Pendaftaran SKBN RSKO Jakarta I Sumber Foto : dokpri RSKO

RSKO Jakarta merupakan salah-satu fasilitas kesehatan yang ditunjuk Pemerintah untuk menerbitkan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN). Pemohon dapat langsung datang ke RSKO Jakarta untuk mendapatkan pelayanan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN).

Adapun langkah-langka dan prosedur memperoleh Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) sebagai berikut ;

  1. Pemohon datang langsung ke RSKO Jakarta, tidak dapat diwakili.
  2. Kemudian pemohon menuju meja pendaftaran menyampaikan maksud dan tujuan untuk memperoleh SKBN.
  3. Mengisi formulir yang disediakan oleh bagian pendaftaran..
  4. Melampirkan fotocopy KTP di formulir pendaftaran
  5. Setelah melengkapi formulir pendaftaran, pemohon menuju loket Kasir untuk melakukan pembayaran.
  6. Lalu menuju ke area Nurse Station menyerahkan berkas formulir SKBN dan melaksanakan pelayanan konsultasi di Poli Napza / SKBN. Pemohon sebaiknya memberikan informasi ke dokter jika saat ini dalam proses pengobatan / meminum obat tertentu.
  7. Selanjutnya pemohon menuju bagian laboratorium untuk melaksanakan pemeriksaan urine
  8. Setelah pemeriksaan urine, SKBN bisa diambil sekitar 1 s/d 1,5 jam di Nurse Station Instalasi Rawat Jalan.
  9. Bila pemohon membutuhkan fotocopy dengan legalisir bisa didapatkan di loket Kasir,
  10. Pemohon dapat mengambil hasil legalisir di Nurse Station Instalasi Rawat Jalan.

Biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) Rp .210.000,- untuk 5 jenis pemeriksaan. Adapun biaya khusus untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp.165.000,- untuk 3 jenis pemeriksaan.

_

Hasil Positif Test Urine 'Surat Keterangan Bebas Narkoba', Tidak Perlu Khawatir

Bagi pemohon bila hasil test urine Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) jika dinyatakan positif tidak perlu khawatir. RSKO Jakarta sebagai One Stop Service bidang medis penyalahgunaan obat menggunakan metode dan alat yang canggih. 

Jika hasil test urine positif maka akan dilaksanakan pemeriksaan zat NAPZA yang dikenal dengan permintaan pemeriksaan skrining dan konfirmasi.

Pemeriksaan skrining merupakan pemeriksaan zat NAPZA / Narkoba yang bertujuan memilah mana individu yang didalam tubuhnya benar-benar tidak terdeteksi NAPZA (negatif) dan mana individu didalam tubuhnya terdeteksi NAPZA (positif) atau derivate NAPZA (obat yang memberikan reaksi silang "positif").

Deskripsi : GCMS alat canggih di laboratorium RSKO jakarta I Sumber Foto : dokpri RSKO

Metode ini memberikan keluaran / hasil berupa positif dan negatif. Hasil positif yang dimaksud sampel terdeteksi NAPZA sedangkan hasil negatif sampel tidak terdeteksi NAPZA / Narkoba. Hasil positif/negatif tersebut merupakan arti sesungguhnya dari pemeriksaan laboratorium.

Namun hasil tersebut bukan berarti bila hasil positif maka sampel ada NAPZA / Narkoba sedangkan hasil negatif menyatakan sampel tidak ada NAPZA / Narkoba.

Hasil posiif dari sampel urine bisa terdeteksi NAPZA dan bisa terdeteksi bukan NAPZA namun menyerupai NAPZA (false positif) untuk itu perlu konfirmasi dengan metode lain. Semua skrining pasti ada false positif, untuk itu tidak bisa dibilang karena alat laboratorium nya yang salah.

Jikalau hasil negatif, sampel urine tidak terdeteksi bukan berarti sampel urine tidak ada NAPZA. Bisa jadi ada NAPZA tapi tidak terdeteksi. Bisa jadi juga ada NAPZA tapi kadarnya rendah atau memang tidak ada NAPZA / Narkoba.

Untuk itu perlunya skrining test dengan cut off yang lebih rendah untuk kasus ada NAPZA namun tidak terdeteksi. Definisi cut off dapat kita misalkan dengan botol air minum di isi 500 ml terisi penuh sedangkan menggunakan botol air minum lain cukup di isi 400 ml sudah penuh. Kapasitas botol satu dengan yang lain berbeda sehingga beda dalam menentukan hasil penuh.

Apabila ada hasil positif, bagi orang yang diperiksa sampel urine nya tidak perlu cemas. Metode konfirmasi akan menjadi wasit dalam pemeriksaan NAPZA dengan metode GCMS. Metode ini akan bisa melihat lebih spesifik jenis NAPZA nya atau derivate NAPZA (obat yang memberikan reaksi 'silang positif').

Metode ini untuk penegasan kepada orang yang melakukan pemeriksaan NAPZA apakah dirinya memang pengguna NAPZA atau ada faktor lain seperti mengkomsumsi obat resep dokter, dll. Jadi tidak perlu khawatir bagi pemohon Surat Keterangan Bebas Narkoba apabila hasil test urine positif.

------------------------------------

Penulis : Andri Mastiyanto SKM / Instalasi Humas dan PKRS

Salam Hangat RSKO Jakarta

Share This News

Comment

Hotline : 0813 1871 8880