• rskojakarta@yahoo.co.id
Customer Service RSKO Pada Hari Kerja Jam 7.30 sd 16.00 WIB : 0813-1871-8880
News Photo

Hati-hati Diabetes

Diabetes atau orang awam menyebutnya kencing manis amat umum didengar di telinga masyarakat. Dapat di katakan penyakit  ini sering kali dibicarakan masyarakat selain penyakit hipertensi, jantung dan TBC.

Berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus di Indonesia berdasarkan diagnossis dokter pda umur 15 tahun sebesar 2%. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan prevalensi diabetes melitus pada penduduk 15 tahun pada hasil riskesdas 2013 sebesar 1,5% naik 0,5%. Namun prevalensi diabetes melitus menurut hasil pemeriksaan gula darah meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada tahun 2018, data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 25% penderit diabetes mengetahui bahwa dirinya menderita diabetes, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan makin meningkat.

yuk berkenalan dengan penyakit diabetes melitus yang disingkat dengan sebutan DM, penyakit DM merupakan gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah di sertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Menurut WHO, 1999 Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Untuk itu kita patut mengetahui tanda atau gejala ketika diri kita mengidap DM. Patut diketahui Diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Tapi ada beberapa gejala yang harus diwaspadai sebagai syarat kemungkinan diabetes.

Gejala tipikal yang sering dirasakan penderita diabetes antara lain sering buang air kecil, sering haus dan banyak makan/ mudah lapar.

Acapkali pula muncul pada tangan atau kaki, timbul gatal-gatal yang sering kali sangat mengganggu, dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Pada DM Tipe I gejala klasik yang umum dikeluhkan oleh penderita adalah polyuria (sering buang air kecil), polydipsia (sering haus) , polifagia (banyak makan/ mudah lapar), penurunan berat badan, cepat merasa lelah (fatigue), iritabilitas, dan pruritus (gatal-gatal pada kulit).

Sedangkan pada DM Tipe 2 gejala yang dikeluhkan umumnya hampir tidak ada. DM Tipe 2 seringkali muncul tanpa diketahui, dan penanganan baru dimulai beberapa tahun kemudian ketika penyakit sudah berkembang dan komplikasi sudah terjadi.

Penderita DM Tipe 2 umumnya lebih mudah terkena infeksi, sukar sembuh dari luka, daya penglihatan makin buruk, dan umumnya menderita hipertensi, hiperlipidemia, obesitas, dan juga komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf.

Bila melihat gejala-gejala itu pada diri Anda atau keluarga segerakan pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan.

Apa penyebab Penyakit Diabetes Melitus atau kencing manis ?

Pertama, mengomsumsi nutrisi yang tidak seimbang. Pola makan seseorang yang tidak memiliki nutrisi seimbang cenderung meningkatkan gula darah.

Menu makanan yang hanya didominasi oleh karbohidrat, lemak, dan makanan berkolesterol membuat darah akan penuh dengan kolesterol. Beda jika makanan kita dilengkapi dengan serat dan sayuran yang membuat nutrisi terserap sempurna.

Kedua, Aktifitas fisik yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan DM. Aktifitas tidak seimbang ini dapat dikatakan kurang atau anak sekarang menyebutnya mager (males gerak).

Pekerja kantoran selama 8 jam aktifitasnya hanya didominasi oleh kegiatan duduk saja, hal ini menyebabkan otot tubuh tidak akan terlatih dengan baik.

Terlebih lagi peredaran darah akan tersumbat karena darah tidak mengalir ketika kolesterol dan lemak jahat dalam darah tidak dikeluarkan melalui aktifitas fisik yang menghasilkan keringat.

Ketiga, sering mengonsumsi minuman yang disertakan Pemanis Buatan. Kadar glukosa berlebih dalam darah juga bisa disebabkan oleh pemanis buatan.

Kok bisa? Karena pemanis sederhana tidak memerlukan waktu lama untuk diserap oleh tubuh, sedangkan pemanis buatan akan bertahan dalam darah dan merusak sistem kerja insulin. Gawat kan !

Keempat, mengomsumsi cemilan tidak sehat. Apa yang kita konsumsi merupakan pilihan. Jika tidak pintar dalam memilih cemilan, seperti coklat atau es krim, maka glukosa dalam darah meningkat. Pilihlah dengan pintar cemilan yang menyehatkan bagi aliran darah dan tentu saja diri anda, seperti buah, sayur ataupun biji-bijian.

Tidak melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur. Begitu terdapat gejala seperti lemas ataupun seperti gejala yang disebutkan sebelumnya, periksakan segera diri Anda ke dokter. Kadang kencing manis bisa ditanggulangi dengan pendeteksian dini.

Bagaimana cara menentukan Penyakit Diabetus Melitus ?

Jika ingin mengetahui apakah Anda terkena diabetes atau tidak, bisa dilihat dari tes gula darah. Bukan hanya satu tes yang bisa dilakukan akan tetapi beberapa tes bisa menentukan tingkat gula dalam darah Anda.

Terdapat pemeriksaan GDS (Gula Darah Sewaktu) yaitu tes gula darah yang dilakukan pada saat kapanpun walaupun sesudah makan.

Hasilnya akan menggambarkan kadar gula darah. Jika hasil menunjukkan >200 mg/dl (11,1 mmol/L), maka sudah pasti orang tersebut menderita gula darah.

Ada juga istilah GDP (Gula Darah Puasa), biasanya tes GDP dilakukan dengan sengaja dan untuk mengetahui kadar gula dalam darah setelah 8 sampai 10 jam tidak makan.

Sumber : P2PTM Kemenkes RI

GDP dianjurkan untuk dilakukan di pagi hari. Nilai GDP tidak boleh lebih dari 126 mg/dl (> 7.0 mmol/L) karena akan terindikasi diabetes.

Selain pengukuran melalui tes gula darah, Hemoglobin glikat atau dikenal dengan nama (HbA1C) bisa menguji produksi selama 3 bulan terakhir.

Jika menunjukkan lebih dari 6,5 % maka bisa diIdentikkan dengan Diabetes. Lalu ada juga metode pelitian TTGO ( Tes Toleransi Glukosa Oral).

Walaupun berbeda tes, namun akurasinya sama. Tes ini mengharuskan untuk puasa terlebih dahulu dan 2 jam setelah minum, baru glukosa bisa diketahui.

Jika nilai 2 jam setelah minum glukosa mencapai lebih besar atau sama dengan 200 mg/DL (11,1 mmol/L) maka seseorang terkena Diabetes.

Bagaimana cara mengatasi Penyakit Diabetes Militus bagi penderita ?

Terpenting melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, menjalani pengobatan secara Intensif, melakukan aktifitas secara fisik, dan memperbaiki kualitas komsumsi makanan.

---

Editorial : Instalasi PKRS dan Pemasaran

Laporan Subbag Hukormas RSKO Jakarta

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-GB; mso-fareast-language:EN-US;} </style> <![endif]-->

Share This News