• rskojakarta@yahoo.co.id
Call Center RSKO pada jam kerja : 021 -87711968
News Photo

Mengenal MDMA / Ectacy, Profil dan Dampak Buruknya

Apakah Anda mengenal apa itu MDMA ? orang awam dan media mainstream lebih mengenal MDMA dengan sebutan Ecstacy atau Molly yang memiliki efek stimulant dan halusinogen.

MDMA merupakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya) yang mengandung rantai kimia 3,4-methylenedioxy-methamphetamine .

MDMA merupakan NAPZA sintetik yang dapat mengubah mood dan persepsi (kesadaran terhadap lingkungan sekitar atau benda).

NAPZA sintetik ini dapat menyebabkan perasaan energi yang meningkat, rasa senang, kehangatan emosi, perubahan sensorik dan persepsi waktu. MDMA dalam beberapa kasus ditemukan dalam lingkungan klub malam dan pesta dansa.

Penggunaan MDMA/Ecstacy dalam bentuk tablet atau kapsul, beberapa ditemukan dalam bentuk cairan atau bubuk.

Dinamakan Molly (singkatan dari molekul) karena biasanya berupa bubuk kristal murni MDMA yang dijual dalam bentuk kapsul.

Namun, orang yang membeli MDMA/Ecstasy bubuk sering kali bukan mendapatkan MDMA/Ecstacy namun NAPZA jenis lain yaitu cathinone sintetik (“bath salts”). MDMA/Ecstacy sering digunakan bersamaan dengan alkohol atau ganja.

Efek MDMA/Ecstacy ternyata dapat meningkatkan aktifitas kimia otak, yaitu ;

<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dopamine dapat mengakibatkan peningkatan energi/aktifitas dan bekerja pada system reward dan mempengaruhi perilaku

<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Norepinefrin dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, sehingga berisiko bagi orang dengan masalah jantung dan tekanan darah tinggi.

<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Serotonin dapat mempengaruhi mood, nafsu makan, pola tidur, dan fungsi lainnya. Memicu hormon yang mempengaruhi hasrat seksual dan perasaan akrab. Melepaskan serotonin dalam jumlah banyak sehingga menyebabkan perasaan akrab, mood yang meningkat, dan empati pada pengguna MDMA.

Efek MDMA/Ecstacy terhadap tubuh mengakibatkan mual, kram otot, gemeretak gigi tanpa kendali, pandangan kabur, kedinginan, dan berkeringat.

Selama seminggu pertama setelah penggunaan MDMA/Ecstacy dalam jumlah sedang, orang tersebut akan mengalami: iritabilitas, impulsif dan agresif, depresi, gangguan tidur, kecemasan, masalah daya ingat dan gangguan konsentrasi, penurunan nafsu makan, penurunan minat dan hasrat seksual.

Adapun dampak buruk kesehatan akibat penggunaan MDMA/Ectasy dalam dosis tinggi yaitu dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu. Hal ini mengakibatkan peningkatan suhu tubuh dengan cepat dan menyebabkan gagal liver, gagal ginjal atau gagal jantung bahkan kematian.

MDMA/Ecstacy dapat memicu perasaan percaya dan akrab, sehingga penggunaannya sering bersamaan dengan Viagra.

Hal ini tentunya dapat mendorong seseorang melakukan perilaku seksual tidak aman. Perilaku seksual tidak aman akan dapat meningkatkan risiko terinfeksi atau penyebaran HIV/AIDS atau Hepatitis.

Apakah MDMA/Ecstacy dapat menyebabkan ketergantungan? Beberapa orang pengguna MDMA melaporkan adanya tanda-tanda adiksi disertai gejala putus zat, antara lain: Kelelahan, hilang nafsu makan, depresi dan sulit konsentrasi.

Masyarakat dan media mainstream banyak yang bertanya bagaimana cara pengobatan ketergantungan MDMA ? Saat ini belum ada terapi khusus untuk ketergantungan MDMA, namun beberapa orang dengan ketergantungan MDMA merasakan manfaat dari terapi perilaku.

Untuk itu masih diperlukan penelitian ilmiah untuk menentukan bahwa terapi perilaku sebagai pilihan terapi untuk ketergantungan MDMA.

Sumber : National institute on Drug Abuse, 2021

--

Editorial : Instalasi PKRS dan Pemasaran

Laporan ; Hukormas RSKO Jakarta


Share This News