• rskojakarta@yahoo.co.id
Call Center RSKO pada jam kerja : 021 -87711968
News Photo

7 Cara Memberi Dukungan Kepada Pejuang Kanker

Kanker otak adalah pertumbuhan sel tidak normal (tumor) pada otak yang bersifat ganas. Sel kanker dapat menguasai dan mengambil ruang, darah, serta nutrisi dari sel sehat dalam tubuh.

Berdasarkan jenis selnya, tumor otak dapat bersifat jinak atau ganas. Tumor ganas pada otak atau kanker otak cenderung tumbuh lebih cepat dan menyebar ke bagian tubuh lain, serta dapat muncul kembali walaupun sudah diangkat.

Tulisan ini merupakan tulisan pengalaman penulis yang menjadi pendamping pejuang kanker otak. Salah-satu kakak kandung penulis menderita kanker otak dari tahun 2011 sampai dengan berpulang desember 2016.

Pengalaman penulis mendampingi kakak dengan kanker otak dari tahun 2011 mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita kanker otak. Penderita kanker otak tidak hanya sekadar merasa sakit pada tubuhnya namun juga dapat terganggu kesehatan mentalnya. 

Penderita kanker otak bisa jadi akan mengalami stres berat, depresi, emosi yang tidak dapat dikendalikan, dan lebih sensitif. Dari yang produktif bisa berubah menjadi individu yang lemah. Oleh karena itu, dibutuhkan cara tersendiri untuk memperlakukan atau menghadapi pejuang kanker 

Pendampingan keluarga terhadap pasien kanker otak dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Jika Anda memiliki teman, kerabat, ataupun keluarga yang menderita penyakit kanker otak, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat mereka merasa lebih baik.

 

1. Persiapkanlah Diri Kita
Kita bukan Anda, karena pendamping pejuang kaker butuh patner dalam melakukan pendampingan tidak bisa sendiri. Jangan merasa mampu sendiri menangani penderita kanker karena bisa stres dibuatnya. Berdiskusilah dengan keluarga bagaimana kita bersikap kepada pejuang kanker. Atur jadwal dengan keluarga yang lain untuk pendampingan.

Sebaiknya Anda mencari tahu mengenai jenis penyakit kanker yang dideritanya, baik dengan berkonsultasi dengan dokter maupun referensi lainnya. Dengan mengetahui informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit kanker otak, tentu akan membuat kita lebih siap dan tidak kaget jika melihat keadaan medis dan mental penderita.

 

2. Jadilah Diri Kita Seperti Dirinya
Ketika diri Anda memiliki masalah apakah itu masalah kesehatan atau pun finansial pinginnya orang lain mengert. Itupun yang diinginkan para pejuang kanker untuk diperlakukan.

Pasien dengan Kanker biasanya memiliki perubahan fisik dan mengalami perubahan aktivitas. Oleh karena itu, berusahalah untuk tetap menjadi diri Anda sewaktu diri mereka masih sehat dan memperlakukannya seperti biasa saja. 

Buatlah mindset bahwa memang tidak ada yang berubah dari hubungan Anda dengan dirinya, sehingga anggota keluarga kita yang menderita kanker tidak merasa diberlakukan berbeda. Kecuali bila sudah memasuki fase perburukan dimana jalannya sudah tidak stabil, kita harus memaksa untuk menuntun karena bisa resiko jatuh.

 

3. Jangan Bicarakan Biaya Perawatan di Depannya
Penulis tidak bisa bohong bahwa pengeluaran biaya pengobatan, perawatan, penunjang, dan lainnya sangat besar. Namun untuk membahas biaya perawatan kanker, jangan pernah berbicara di depanpejuang kanker. Hal ini akan membuat dirinya stres dan merasa sebagai individu yang tidak berguna.

Selain itu, janganlah menunjukkan muka stres dan kusut di depan mereka, kalau memang ada property, barang dan apapun itu yang bisa dijual maka lakukanlah. Kalau perlu berutang di bank, lakukanlah. Jangan sampai diri Anda menyesal tidak melakukan yang terbaik, karena namanya umur kita tidak pernah tahu. Namun Allah SWT tidak pernah tidur, Dia akan memberikan bantuannya.

 

4. Berkomunikasi Dengan Teman Pejuang Kanker
Hal ini perlu dilakukan agar dirinya tidak merasa sendiri walaupun pejuan kanker enggan dilihat oleh teman-temannya dalam kondisi yang buruk. Awalnya pejuang kanker akan menolak, tetapi ketika teman-temannya datang itu akan membuat dirinya lebih baik secara mental. 

Patut diketahui pejuang kanker memiliki perasaan dan emosi yang mudah berubah. Oleh karena itu lebih baik bertanya kapan waktu yang tepat untuk temannya berkunjung agar ia merasa nyaman dan jangan memaksakan diri jika memang dirinya tidak ingin ditemui saat itu. Biarkan anggota keluarga kita yang sakit kanker tersebut yang menentukan sendiri kapan waktu yang tepat dan nyaman untuk dikunjungi.

 

5. Berikan Sesuatu yang Ingin Pejuang Kanker Lakukan dan Sukai
Tanyakan kepada pejuang kanker apa yang ingin ia lakukan dan apa yang ia gemari. Usahakan untuk tidak melewatkan waktu dengan kegiatan yang ia sukai, sehingga ia melupakan rasa sakit yang dia rasakan. 

Saat kakak berada di rumah penulis, ia senang sekali duduk di depan rumah memperhatikan bunga-bunga yang penulis tanam di halaman rumah dan ruang terbuka hijau depan rumah. Dirinya senang diajak berdiskusi menyangkut tanaman-tanaman itu.

 

6. Menunjukkan Perhatian 
Kita dapat menunjukkan perhatian dengan menemaninya menemui dokter. Sangat penting diri kita mendengarkan semua keluh kesahnya, atau bahkan membelikan makanan yang dia suka. Mengobrol lah saat di meja makan sehingga memberikan dampak positif terhadap dirinya. Meja makan ini yang membuat kakak penulis melanjutkan pengobatan.

Anda dapat sesekali bertanya, "apa yang bisa saya lakukan untukmu?" atau, "Pulang kerja, mau saya bawakan apa?" atau hal semacamnya. Jangan mengatakan hal-hal yang dianggap basa-basi. Pernyataan basa-basi tidak akan membantu membuatnya lebih baik.

 

7. Membantu Melakukan Sesuatu Sehingga Pejuang Kanker Merasa Berarti
Salah satu hal mudah namun sering terlupakan yang dapat membantu pejuang kanker, adalah dengan cara membuat dirinya merasa berarti. Pada saat kakak penulis masih kondisi dapat berfikir dan ektremitas tubuh masih baik, penulis mengajarkan dirinya untuk menjadi seller online.

Barang jualannya ialah barang dagangan milik teman penulis. Pada saat kondisinya memburuk secara kesehatan apa yang pernah kita lakukan membuat ikatan emosional.

Menjadi pendamping penderita tumor otak bisa daku katakan sangat berat. Tidak hanya cukup materi saja, butuh psikologis dan fisik agar pejuang kanker dapat melanjutkan pengobatan atau berpulang dengan rasa cinta.

***

Laporan : Unit Kerja Hukormas

Share This News