• rskojakarta@yahoo.co.id
Call Center RSKO pada jam kerja : 021 -87711968
News Photo

6 gaya Hidup Sehat di Lingkungan Kerja Yang Dapat Mengurangi Sedentari

Sedentari atau Males gerak (Mager) menjadi istilah yang populer dikalangan millenial dan generasi digital. Aktifitas ini bahkan acapkali menjadi trending topic di media sosial ketika akhir pekan atau tanggal merah tiba.

Sedentari juga dapat terjadi di lingkungan kerja bagi pegawai yang bentuk pekerjaannya di depan komputer saja.

Sedentari di tempat kerja dapat berupa seharian dibangku kerja dengan minim aktiitas fisik. Kalangan kesehatan menyebutnya dengan gaya hidup sedentari.

Gaya hidup sedentari dapat memperburuk kesehatan tubuh kita. Apalagi bagi pekerja dimana saat perjalanan menuju kantor dari rumah ditempuh dengan kendaraan umum atau pribadi.  

Berarti pengguna kendaraan umum dan pribadi juga akan duduk sepanjang jalan. Begitupun ketika pulang ke rumah, sesampainya di rumah setelah bekerja seharian, banyak pekerja kantoran yang akan langsung beristirahat di sofa atau tempat tidur untuk melepas lelah. Bahkan adapula yang melanjutkan pekerjaan hingga larut malam.

Dokter Muhammad Soffiudin (dr.Sofi) di acara Danone Reunite yang diselenggarakan secara virtual, jumat, 11 Desember 2020 menjelaskan ada 3 Revolusi Hidup Sehat dengan 3 cara yakni Jaga Aktivitas Fisik Jangan Mager (Males Gerak), Jaga Asupan Nutrisi dan  Jaga Kesehatan Mental.

dr.Soffi menitikberatkan bagaimana individu dapat melakukan pola hidup sehat dengan aktifitas fisik tidak hanya diam ditempat duduk. Menurut dr.Soffi duduk adalah rokok baru "sitting is the new cigarette". Risiko kelamaan duduk ternyata sama saja seperti merokok.

Tambahnya, risiko terlalu banyak duduk dapat menimbulkan obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, kelainan hormonal dan berbagai macam penyakit lainnya. 

Dokter yang berkerja di Danone Indonesia ini menyarankan agar Kita setelah 30 s/d 90 menit duduk untuk berdiri dan meninggalkan tempat duduk kemudian melakukan olahraga di masa pandemi Covid-19 yang ringan tidak perlu yang high impact.

Ada 6 gaya hidup sehat di lingkungan kerja yang dapat mengurangi mager, silahkan di scroll ;

 

1. Kebiasaan Mencuci Tangan Dengan Sabun dan Air Mengalir di Westafel

Pandemi Covid-19 membuat kita semua wajib membiasakan pola hidup sehat dengan mencuci tangan sesering mungkin. Kebiasaan ini dapat mengurangi risiko terpapar virus corona dari droplet yang jatuh ke permukaan benda atau tubuh orang lain yang kita sentuh.

Cuci tangan dapat menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Namun, ada baiknya kita membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) lebih merekomendasikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Cara ini dapat mengurangi jumlah semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan. 

Hand sanitizer dapat digunakan bila sabun dan air tidak tersedia. Kekurangan dari hand sanitizer ialah tidak cocok untuk tangan kotor, berminyak, dan kurang efisian untuk menghilangkan bahan kimia berbahaya.

Kenapa harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir di westafel ! karena ketika kita ke westafel membuat kita akan menggerakkan badan dan meninggalkan bangku tempat kita berkerja. Ada aktifitas melangkah dari lokasi duduk ke westafel dan dari westafel ke tempat duduk.

 

2. Berjemur

Nah, ada aktifitas yang membuat Anda harus bergerak dan meninggalkan tempat duduk yakni berjemur. Dengan berjemur pastinya akan menggerakkan badan menuju tempat / lokasi dimana matahari dapat memberikan paparan ke tubuh kita.

Berjemur selain akan menambah jumlah langkah juga akan memberi dampak pada kesehatan tubuh kita. Studi dari Georgetown University Medical Center menunjukkan, paparan ultraviolet dari sinar matahari dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi (sel T).

Aktifitas Anda untuk mendapatkan sinar matahari ini juga bermanfaat bagi tubuh memperoleh UVB yang membantu pembentukan Vitamin D. Patut diketahui, bahwa vitamin D dapat membantu tubuh dalam penyerapan kalsium, yang merupakan zat penting untuk menjaga tulang tetap kuat. 

Tubuh amat membutuhkan vitamin D untuk menjaga saraf, otot,dan mengatasi susah tidur. Tentunya berjemur dapat menjaga sistem imun tubuh kita di masa pandemi Covid-19 sesuai anjuran Kemenkes RI. 

Dilansir dari Kompas.com ( DI SINI), dari hasil penelitian Prof Dr Siti Setiati SpPD-KGER di Indonesia yang diterbitkan dalam situs penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI), intensitas ultraviolet B (UVB) tertinggi ada pada pukul 11.00 WIB pagi sampai pukul 13.00 WIB. Cukup 15 menit berjemur untuk mendapatkan manfaat sinar ultra violet B.

 

3. Senam Peregangan atau High Intensity Interval Training

Pekerjaan yang mengandalkan komputer sebagai alat kerja berisiko mengalami masalah kesehatan karena gaya hidup sedentari. 

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menganjurkan bagi para pekerja kantoran untuk melakukan streaching / peregangan. Senam peregangan dapat dilakukan dengan gerakan yang sederhana. 

Gerakannya cukup simpel memulainya dengan melenturkan leher ke depan-belakang, kanan-kiri, serta menoleh pelan-pelan. Selanjutnya, putar bahu ke depan dan belakang beberapa kali. Kemudian, putar pergelangan tangan dan kaki secara bergantian dan arahnya berlawanan arah.

dr.Sofi dalam kegiatan Danone Reunite menyarankan agar Kita pekerja yang terlalu lama diam ditempat duduk untuk setiap 30 atau 90 menit melakukan senam peregangan.

Selain senam peragangan ada gerakan lain yang lebih membakar kalori yaitu High Intensity Interval Training (HIIT). Tapi dalam melakukan gerakan HIIT harap berhati-hati karena dapat berisiko menimbulkan cidera. 

Amat mudah melakukan HIIT salah-satunya dengan metode : Sprint 30 detik -Santai 3 menit - Sprint 30 detik -Santai 3 menit. Bentuk gerakan HIIT bermacam-macam disesuikan dengan individu nya.

Menurut dr.Soffi gerakan HIIT merupakan solusi bagi individu yang beralasan tidak memiliki waktu untuk olahraga di masa pandemi. Bahkan gerakan HIIT dapat membakar kalori dan membuat tubuh mengucurkan keringat. 

 

4. Ubah Posisi Duduk Setiap 30 Menit

Saat berkerja ada saja pegawai kantoran yang begitu serius menatap komputer membuat tubuh minim aktifitas fisik. Solusinya cukup mudah dengan menempelkan kertas  note di monitor komputer yang bertuliskan "setiap 30 menit ubah posisi duduk" atau gunakan alarm.

Tentunya merubah posisi duduk akan membuat tubuh bergerak dari kepala, leher, badan, tangan, jari, pinggul, bokong dan kaki. Sebaiknya selain merubah posisi duduk juga melakukan peregangan.

 

5. Naik Turun Tangga

Naik turun tangga merupakan solusi efektif untuk mendapatkan jatah waktu olahraga di masa pandemi Covid-19. Aktifitas fisik ini dapat menghindarkan dari gaya hidup sedentari. Untuk itu, mulai dari sekarang untuk naik tangga daripada naik lift bila ruangan kerja hanya di lantai 5. 

Jikalau ruangan Anda berkerja berada di lantai yang lebih tinggi Anda dapat menggunakan lift terlebih dahulu sampai 5 lantai sebelum tujuan, kemudian dilanjutkan naik melalui tangga.

 

6. Beristirahat Di Luar Ruangan Kerja

Ada saja pegawai kantoran yang waktu istirahat masih berada di ruangan kerja. Jika kamu pegawai kantoran yang memiliki waktu istirahat (ISHOMA), cobalah berjalan kaki selama beberapa menit di sekitar gedung kantor.

Carilah udara segar untuk menghilangkan rasa jenuh atau makan siang agar diri Anda dapat melangkahkan kaki. Tujuannya supaya Anda dapat terhindar dari gaya hidup sedentari.

--

Kita patut waspada dengan  gaya hidup sedentari "mager" yang merupakan kebiasaan buruk dan harus dirubah. Jangan menunggu penyakit datang menyerang kesehatan Anda. 

Pandemi Covid-19 menunggu waktu untuk berakhir, tapi gaya hidup sedentari bagi pegawai kantoran yang berkerja didepan komputer akan selalu menjadi tantangan.

Laporan : Unit Kerja Hukormas RSKO Jakarta

Share This News