• rskojakarta@yahoo.co.id
News Photo

Cara Menangani Nyeri Bahu pada Pasien Ketergantungan Napza / Narkoba


Deskripsi : gerakan menangani nyeri bahu I Sumber Foto : olah digital

Setiap individu di dunia ini pasti pernah mengalami nyeri bahu, termasuk individu penyalahguna obat / Napza / Narkoba. Ada beberapa hal perlu kita ketahui tentang penyakit ini. Nyeri bahu merupakan suatu kondisi yang membuat keterbatasan aktifitas gerak, seperti pada saat menyisir, mengenakan pakaian, menulis dan lain sebagainya. 

Oleh karena itu kita jangan meremehkan sakit pada bahu. Bahu terdiri dari persendian yang memiliki jangkauan pergerakan terbesar dari semua sendi yang ada di dalam tubuh. Persendian ini terdiri dari humerus atau tulang lengan atas, tulang belikat atau pisau bahu (shoulder blade), dan clavicula atau tulang selangka.

 Persendian ini juga memiliki banyak otot, tendon, dan ligamen yang memegang sendi bersama-sama. Di atas bahu, ada sendi lain yang disebut sendi acromioclavicular.

 Karena pergerakan yang lebih besar, bahu mudah terluka, itulah sebabnya mengapa rasa nyeri di bahu adalah keluhan yang sangat umum. Jika bahu anda mengalami gangguan gerak berupa rasa nyeri, maka segerlah berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapi di rumah sakit terdekat.

 Apa penyebab nyeri bahu ?? 

 Nyeri bahu yang anda alami bisa disebkan oleh banyak hal, dimulai dari rusaknya stuktur otot oleh faktor traumatik (cidera), faktor degenerasi sel, atau bisa juga diakibatkan oleh penyakit sistemik. Berikut penjelasan penyebab nyeri bahu, antara lain :

 1. Kelelahan akibat gerakan static dan berulang

Dalam aktifitas sehari-hari kita, banyak penggunaan jaringan otot secara staik dan berulang ulang yang berakibat terjadinya penggunaan berlebihan pada otot, tendon, ligament, atau jaringan saraf yang berakibat pada timbulnya nyeri gerak pada daerah bahu. 

Pada orang-orang yang mempunyai kebiasaan buruk penggunan Napza, khususnya jenis sabu, mereka sering menggunakan otot flexor ibu jarinya berulang yang berdampak pada gerakan static sendi bahu pada saat penggunaan alas hisap sabu (BONG). Gerakan static sendi bahu itulah yang menyebabkan timbulnya nyeri bahu.

2. Trauma

Kondisi ini bisa terjadi pada pengguna Napza, yang hilang kesadarannya sehingga mereka sering cidera akibat jatuh. Badan yang jatuh menyebabkan tumpuan berlebih pada sendi lengan yang berakibat pada rusaknya stuktur jaringan pengerak. Akibatnya seperti tulang berupa retakan atau robekan pada jaringan otot yang berdampak pada timbulnya inflamasi atau pendarahan pada jaringan dan pada akhirnya menimbulkan nyeri gerakan sendi yang tak tertahankan.

3. Penuaan atau Degenerasi Sel

Penggunaan berlebihan zat psikotropika dan sejenisnya dapat merangsang perubahan sel, akibatnya turun fungsi dari sebagian atau seluruh struktur sel yang menyebabkan rusaknya kualitas sel. Sudah kita ketahui, bahwa tubuh kita tersusun oleh banyak dari stuktur sel yang menghasilkan aktifitas gerak fungsional. Dengan seringnya pengguanaan zat psikotropika atau sejenisnya maka sel dalam tubuh kita akan mengalami proses degenerasi yang lebih cepat dari usia normalnya, maka segeralah menghindar dari penyimpangan penggunaan zat psikotropika dan sejenisnya.

4. Penyakit Sistemik

Kondisi ini berhubungan dengan kelain dalam proses metabolisme tubuh, hal itu bisa terjadi karena adanya alergi atau kepekaan tubuh terhadap suatu unsur / zat tertentu, bakteri tertentu, atau suatu kondisi kelainan tubuh yang memicu komplikasi.

Efek Penggunaan Napza akan memicu penyakit sistemik seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) sejenis antidepresan yang menyebabkan peningkatan resiko hyperhidrosis (mudah berkeringat) seperti efek dari kelelahan. Hyperhidrosis  menandakan lemahya sistem sel dan jaringan tubuh, akibatnya saat melakukan aktifitas gerak tubuh terutama pada sendi bahu yang menjadi aktifitas dominan tubuh mudah mengalami kelelahan akan meningkatkan nyeri sekitar bahu.

_

Ketika terjadi accident / kejadian, terdapat beberapa teknik mengurangi nyeri bahu. Sudah dijelaskan diatas faktor yang dapat menyebabkan nyeri bahu dihubungkan dengan penyalahgunaan Napza, berikut hal yang dapat dilakukan untuk menghindari nyeri bahu :

 1. Hindari penggunaan Napza, penggunaan zat psikotropika dan sejenisnya dapat menyebabkan kerusakan dari sistem sel-sel dalam tubuh. Akibatnya aktifitas gerak dan fungsi yang mestinya dapat dilakukan dengan mudah, menjadi tidak mudah akibat proses kerusakan sel yang menimbulkan reaksi nyeri pada aktifitas gerak.

2. Mulai gaya hidup sehat, seperti yang digalakkan oleh Kementrian Kesehatan dengan program “Germas”. Salah satunya dengan selalu meningkatkan aktifitas fisik. Berikut aktifitas fisik yang dapat dilakukan baik dalam menjaga kondisi bahu tetap sehat atau untuk mengurangi rasa sakit, antara lain :

Deskripsi : contoh gerakan pendulum exercise I Sumber Foto : fisioterapi

  • Pendulum exercise : menggerakkan sendi bahu dengan posisi membungkuk, lakukan gerakan seperti pada contoh gambar selama 8-16 repetisi.

Deskripsi : Contoh gerakan towel stretch I Sumber Foto : fisioterapi

  • Towel stretch : gunakan handuk, hubungkan antara kedua lengan dengan handuk seperti pada gambar. Posisi bahu yang sakit dan yang sehat diatas, kemudian lakkukan tarikan bada bahu yang sakit, beri tahanan pada tarikan tersebut selama 6 detik, dengan pengulangan 8-16 repetisi.

Deskripsi : contoh gerakan Arm Rotation I Sumber Foto : fisioterapi

Deskripsi : Contoh gerakan arm rotation I Sumber Foto : fisioterapi

  • Arm rotation : lakukan gerakan berputar secara perlahan pada bahu seperti terlihat gambar, lakukan gerakan tersebut sebanyak 16-32 repetisi.

Deskripsi : contoh gerakan finger walk I Fisioterapi

Deskripsi : contoh gerakan finger walk I Sumber Foto : fisioterapi

  • Finger walk : perlahan gerakkan jari-jari anda pada dinding, seperti melangkah perlahan dengan menggunakan jari telunjuk dan tengah anda. Apabila terdapat nyeri pada akhir gerakan, diamkan tahan 6 hitungan, kemudian lemaskan, dan lakukan gerakan kembali. Ulangi hal tersebut hingga 8-16 repetisi. 

Problem nyeri bahu dapat diakibatkan akibat penyalahgunaan Napza, untuk itu jauhi Napza. Segeralah konsultasikan pada dokter atau fisioterapi, apabila masalah nyeri bahu belum dapat teratasi.

RSKO Jakarta selain berfokus pada pelayanan dalam penyalahgunaan Napza juga melayani kondisi pada gangguan gerak dan fungsi. RSKO Jakarta memiiki  tenaga dokter dan fisioterapis yang berkompeten dan berpengalaman dalam mengatasi masalah aktifitas gerak dan fungsi, salah satu nya para penyalahguna Napza

______________________________

Penulis : Ahmad Ashim, Amd.Ft, S.FT

Salam Hangat RSKO Jakarta

Jl.Lapangan Tembak no.75, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur

No.telp (021) 87711968 / 69

email : rskojakarta@yahoo.co.id



Share This News

Comment

Hotline : 0812 9515 2171