• rskojakarta@yahoo.co.id
News Photo

Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Rehabilitasi Narkoba RSKO Jakarta


Deskripsi :Sharing Session merupakan waktu yg tepat bagi pasien Napza/Narkoba dalam mengelola stres I Sumber Foto : RSKO Jakarta

Halmahera House sebagai rumah rehabilitasi selain sebagai lokasi pengobatan juga sebagai lokasi pemulihan perilaku pecandu Napza/Narkoba. Perilaku pecandu cendrung tidak sehat seperti mengindahkan kebersihan tempat dia tinggal (kamar dan rumah), kebersihan diri, dan perilaku negatif pecandu (berbohong, melawan aturan, mencuri, dll).

Untuk itu tim RSKO Jakarta yang melaksanakan tugas sebagai dokter, paramedis, konselor & petugas lainnya terlibat dalam pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pemberian pengetahuan Cegah Penyakit Tidak Menular dan Pengendalian Penyakit. RSKO Jakarta berupaya ada nya keterlibatan semua pihak dalam meningkatkan Germas termasuk pasien sendiri.

Kementerian Kesehatan RI menggalakkan tiga hal perilaku hidup sehat diantaranya aktifitas fisik 30 menit di pagi hari, konsumsi sayur dan buah serta pemeriksaan kesehatan. RSKO Jakarta sebagai ujung tombak kesehatan bagi pecandu Napza/Narkoba dalam masa rehabilitasi berupaya berinovasi dilapangan dalam upaya promotif dan preventif Penyakit Menular maupun Penyakit Tidak Menular.

Sebagai fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan rawat inap jangka panjang (3 s/d 6 bulan), tim kesehatan RSKO Jakarta sadar atas pentingnya aktifitas fisik 30 menit setiap hari, konsumsi sayur dan buah, memeriksakan kesehatan, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, rutin membersihkan lingkungan sendiri, dan yang pasti tidak menggunakan Napza/Narkoba. Namun pasien disadarkan, itu kembali harus dimulai dari diri sendiri.

Masalah kesehatan pasien pecandu Napza/Narkoba patut di tangani secara bersama - sama, di Halmahera House dilaksanakan oleh Tim Asuhan. Ada pendekatan pribadi atau individu, pendekatan komunitas dan pendekatan lingkungan. CERDIK pun dipraktikkan yang merupakan bagian dari Germas.

CERDIK memiliki makna tiap hurufnya. Makna tersebut tak jauh dari cara hidup sehat untuk mencegah dan meminimalisir penyakit tidak menular. CERDIK adalah slogan kesehatan yang setiap hurufnya mempunyai makna yaitu; C=Cek kesehatan secara berkala, E=Enyahkan asap rokok, R=Rajin aktifitas fisik, D=Diet sehat dengan kalori seimbang, I=Istirahat cukup dan K= Kelola stress.

Adapun stategi rehabilitasi narkoba cegah Penyakit Tidak Menular di Halmahera House, sebagai berikut;

_

1. Cek Kesehatan Secara Berkala

Halmahera House merupakan salah-satu bangsal di RSKO Jakarta. Pasien yang berada di Halmahera House bukanlah pasien bed rest. Mereka seperti orang normal pada umumnya yang sehat secara fisik dan mampu beraktifitas.

Walaupun begitu, bangsal Halmahera House menyiapkan dokter jaga dan perawat di ruang medis. Pasien di edukasi bila mereka mengalami keluhan kasehatan harus segera melapor ke ruangan medis untuk dilakukan test kesehatan.

Setiap pasien secara berkala dilakukan pemeriksaan kesehatan baik yang baru walaupun yang sudah berada di Halmahera House selama 3 bulan atau lebih. Hal ini akan membiasakan pasien setelah pulang untuk mengecek kesehatan dirinya secara berkala.

Deskripsi :Profesional Session dari berbagai profesi setiap hari selasa memberikan edukasi kelompok I Sumber Foto : RSKO Jakarta

Setiap hari selasa pukul 11.30 WIB, pasien mendapatkan edukasi kesehatan dari berbagai profesi kesehatan di RSKO Jakarta. Berbagai profesi ini juga selalu mengingatkan untuk cek kesehatan secara berkala.

_

2. Enyahkan Asap Rokok

Sebagai Rumah Sakit dan merupakan fasilitas umum, RSKO Jakarta memberikan rambu-rambu larangan merokok. Secara berkala pasien di edukasi mengenai bahaya merokok baik pada saat profesional session (edukasi kelompok seminggu sekali) maupun edukasi personal oleh petugas medis (setiap hari).

_

3. Membiasakan Aktifitas Fisik 

Program rehabilitasi Napza/Narkoba dijalankan pukul 04.30 s/d 22.00 WIB (Closing) setiap harinya kecuali hari sabtu dan minggu. Jadwal tersebut dijalani secara rutin 3 s/d 6 bulan sesuai evaluasi Tim Medis. Kegiatan dalam program ini memberikan insight yang menempel di otak pasien setelah pulang dari masa rawat inap.

Deskripsi : Olahraga menjadi keharusan agar pasien Napza/Narkoba sehat dan bugar I Sumber Foto : RSKO Jakarta

 Aktifitas fisik berolahraga merupakan kegiatan rutin yang dijalankan setiap hari pada pukul 16.00 s/d 17.00 WIB. Berbagai fasilitas untuk menunjang olahraga pasien pun disediakan dari jogging track, fitness area, bilyard, tenis meja, badminton, volly, futsal, dan basket.

Pada pukul 16.00 WIB para pasien Halmahera House diwajibkan berolahraga sesuai dengan keinginan mereka. Tidak diperkenankan berada dikamar saat jam olahraga. Jadwal olahraga ini bagian membiasakan pasien untuk aktifitas fisik. Saat jadi pecandu diri mereka merupakan pribadi yang malas dan memiliki prilaku tidak sehat.

Selain berolahraga kegiatan fisik lainnya yaitu perawatan tanaman di area kebun Halmahera House, berternak ikan nila, membersihkan area terbuka (main hall, living room , dinning hall, selasar dan kitchen), pemberian tugas pada masing-masing pasien agar tidak malas beraktifitas fisik.

_

4. Budaya Konsumsi Buah dan Sayur Serta Diet Seimbang

Jungkie (sebutan untuk pecandu Napza/Narkoba) tipikal individu yang malas mengkomsumsi makanan secara teratur kedalam tubuhnya. Mereka lebih memilih menggunakan zat terlarang dan rokok. Makanan yang masuk kedalam tubuhnya pun seadanya bahkan ada yang berlebih, tapi apakah mereka komsumsi buah dan sayur serta diet seimbang serta minum air putih yang cukup ?

Untuk itu Instalasi Gizi memberikan asupan gizi seimbang dalam menu makanan mereka, Kecukupan air minum, termasuk buah dan sayur. Acapkali mereka protes terhadap makanan yang diberikan, tetapi sebagai rumah rehabilitasi (Halmahera House) selain memberikan layanan yang baik tetap didalamnya ada edukasi gaya hidup sehat.

Instalasi Gizi memiliki jatah profesional sessi (edukasi kelompok) sebulan sekali setiap hari selasa. Setiap harinya petugas gizi yang melakukan pemantauan juga memberikan edukasi individual bagi pasien. Konsumsi sayur dan buah yang sebenarnya jauh lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Menambah jumlah konsumsi buah dan sayur merupakan contoh GERMAS yang dapat dilakukan oleh siapapun.

Edukasi yang sangat penting lainnya menyangkut pengelolaan Air Minum berupa komsumsi air putih. Air putih dikelola oleh petugas dan bersama pasien. Ada pasien yang bertugas memantau jumlah galon air dan tingkat komsumsi para resident (pasien Napza/Narkoba yang di rawat inap). Kru galon air memiliki tanggung jawab ketersediaan air minum dan on chair (pimpinan pasien) ikut terlibat mengawasi komsumsi air putih sesuai aturan minimal 2 liter/hari.

_

5. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol dan Napza/Narkoba

Salah-satu zat yang termasuk dalam Napza ialah Alkohol. Kepanjangan dari NAPZA sendiri itu Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Alkohol menjadi larangan yang sangat mutlak dalam rumah rehabilitasi.

Minuman beralkohol memiliki efek buruk yang serupa dengan merokok, baik itu efek buruk bagi kesehatan hingga efek sosial pada orang -orang di sekitarnya. Mengurangi dan memutus kecanduan dari alkohol selain zat adiktif lainnya merupakan salah-satu program yang dijalankan di Halmahera House.

_

6. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Bagian penting dari Germas yakni hidup sehat juga berkaitan dengan meningkatkan kualitas lingkungan, salah satunya dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan. Ini pun yang sangat dijunjung di Halmahera House dan ditanamkan kepada seluruh pasien dan pegawai yang bertugas disana.

Deskripsi : Melaksanakan kebersihan lingkungan di Halmahera oleh Pasien I Sumber Foto : RSKO Jakarta

Menjaga kebersihan lingkungan seperti dilakukan dengan pengelolaan sampah, kebersihan kamar, kebersihan fasilitas (salasar, kitchen, main hall, dinning hall, living room, ruang baca, dll).

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar dengan memantau jentik, sterilisasi ruangan secara berkala, dan pemantau kebersihan oleh penyuluh kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan.

Ada aturan yang diberlakukan di Halmahera House yang wajib dilakukan oleh seluruh pasien. Setiap bangun tidur pagi mereka wajib merapihkan tempat tidur, merapihkan kamar, menjaga kerapihan pakaian di loker dan dilemari, dan menjaga kebersihan alat mandi beserta tempatnya.

Kebersihan tempat alat mandi merupakan sesuatu yang penting dijaga. Untuk itu dilakuan cek setiap hari oleh petugas karena disana sumber kuman dan jentik.

Pada pukul 07.30 WIB para pimpinan pasien dan petugas melakukan supervisi kebersihan kamar yang disebut dengan attitude room run. Pada pukul 10.00 WIB s/d 11.000 WIB wajib melakukan kebersihan lingkungan lantai 2 (selasar ruangan, dinning hall, living room, ruang baca, kitchen, dan area basah kamar mandi). Itu semua dilakukan oleh seluruh pasien.

Adapun pukul 17.00 WIB s/d 18.00 semua pasien melaksanakan kebersihan lingkungan di lantai 1 (Selasar, Main Hall, kamar mandi). Jadwal ini pun dilakukan oleh seluruh pasien tanpa terkecuali. Halmahera House menetapkan semua pasien sama tidak ada perbedaan dan diberlakukan sama walaupun diluar sebagai pejabat,pengusaha, anak pejabat/pengusaha, preman, dll.

_

7. Menggunakan Kamar Mandi dan Kebersihan Diri

Jorok itu Prilaku sebagian dari para pecandu Napza/Narkoba. Untuk itu mereka di edukasi pentingnya kebersihan diri dan kebersihan lingkungan. Setiap pasien diwajibkan menjaga kebersihan diri dengan mandi secara teratur dan buang air kecil/besar ditempatnya.

Halmahera House menetapkan 3 kali waktu mandi, yakni pagi hari, Setelah bersih-bersih siang hari, dan setelah bersih-bersih sore hari.

Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat hidup sehat, salah satunya dengan menggunakan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran. Aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.

_

8. Istirahat Yang Cukup

Dalam menjalani program rehabilitasi di Halmahera House para pasien Napza/Narkoba dalam jadwal harian juga diberikan waktu istirahat yang cukup. Setiap pukul 13.00 s/d 15.00 WIB mereka diberi waktu istirahat dengan tidur siang.

Pemberian waktu tidur siang ini agar tubuh mereka dapat refresh setelah aktifitas fisik dan psikologis dari pukul 04.30 s/d 12.30 wib. Kecukupan istirahat ini juga berperan dalam memberi energi pada tubuh agar dapat beraktifitas kembali pukul 15.00 wib s/d 22.00 WIB. Adapun tidur malam dimulai pukul 22.00 WIB s/d 04.30 WIB.

Dengan diberinya waktu istirahat yang cukup ini memberikan mereka energi, fokus menjalankan program, dan yang terpenting kesehatan. Ini dapat terlihat dari fisik mereka yang kurus, kurang segar pada saat masuk Halmahera House, kemudian menjadi bertambah berat badan dan lebih terlihat segar dan memberikan aura positif selama menjalani program rehabilitasi.

_

9. Mengelola Stres

Bisa saya bilang beberapa pasien Napza/Narkoba yang jatuh kedunia kelam Narkoba karena kurang mampu mengelola stres. Memang saat ini lifestyle penyalahgunaan Napza/Narkoba menjadi perhatian pemerintah.

Pengelolaan stres di Halmahera House amatlah penting. Pastinya para pasien harus hidup berbulan-bulan di sebuah area yang dibatasi oleh tembok-tembok walaupun RSKO Jakarta didesain banyak area terbuka. Tetap saja kondisi ini menjenuhkan dan perlu dikelola agar tidak menimbulkan masalah psikologi pribadi maupun komunitas.


Deskripsi : Deskripsi : Morning meeting yang diselenggarakan rutin setiap hari I Sumber Foto: dokpri RSKO

Setiap paginya Halmahera House melaksanakan kegiatan yang disebut dengan morning meeting. Kegiatan ini merupakan Forum Group Discussion (FGD) membentuk lingkaran dimana mereka dapat sharing perasaan mereka, kondisi kesehatan, keadaan rumah rehabilitasi dan sebagainya. Di waktu menjelang penutupan hari juga dilaksanakan kegiatan FGD ini lebih ke evaluasi hari berjalan.

Selain itu terdapat sebuah kotak (asertif box) dimana mereka dapat memasukkan catatan bila mereka merasa tidak nyaman dengan pasien lainnya. Kotak ini akan menjadi penjembatan bagi share feeling mereka, nantinya pimpinan pasien dan konselor yang bertugas akan ikut terlibat menyelesaikan masalah ini bersama-sama.

Dalam pengelolaan psikologis pasien ini terdapat tim asuhan dimana setiap pasien memiliki dokter penanggung jawab pasien (DPJP), perawat penanggung jawab dan konselor penanggung jawab. Pasien bisa menyampaikan keluh kesahnya kepada tim asuhan. Apabila butuh batuan Psikolog, Halmahera House akan berkoordinasi dengan Instalasi Psikososial.

Deskripsi : Beribadah merupakan kewajiban I Sumber Foto : RSKO Jakarta

Hal utama dalam mengelola stres adalah pendekatan Agama. Bagi yang beragama ISLAM diwajibkan sholat berjamaah 5 (lima) waktu. Pekerja Sosial memiliki peran sebagai pendamping dibidang agama. Masing-masing Agama akan disediakan waktu religius class baik itu Muslim, Nasrani dan Agama lainnya.

__________________________________________________

Risiko Penyakit Tidak Menular dapat terjadi di Halmahera House. Keberadaan pasien yang cukup lama disuatu lokasi dan tidak kemana-mana dapat menimbulkan penyakit tidak menular, Untuk itu perlunya pengendalian penyakit dengan 3 Prilaku Germas dan prilaku lainnya yang disesuaikan dengan program pemulihan pecandu Napza/Narkoba.

Apa yang dijalankan di RSKO Jakarta, apakah itu program pemulihan pecandu, dan perilaku hidup sehat kepada pasien merupakan pembelajaran bagi mereka agar dapat dipraktekkan ketika mereka keluar dari rawat inap RSKO Jakarta. Mereka-mereka ini sehat secara fisik tetapi memiliki masalah secara mental dan perilaku untuk itu mereka perlu dibantu.

Penulis : Andri Mastiyanto 

Terima kasih, Salam Hangat RSKO Jakarta

Jl.Lapangan Tembak no.75, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur

Telp. (021) 87711968 / 69 

email : rskojakarta@yahoo.co.id

Share This News

Comment

Hotline : 0812 9515 2171